Pendahuluan :
Adalah Perangkat lunak program yang mendistribusikan file atau informasi
sebagai respons atas permintaan yang dikirim via email, juga digunakan
pada bitnet untuk menyediakan layanan serupa http://FTP.
Email adalah fasilitas di internet untuk keperluan surat menyurat.
Sebagaimana layaknya kegiatan surat-menyurat melalui jasa pos, email
mampu menangani jasa pengiriman berita dan dokumen dalam bentuk data
elektronik (file), termasuk jasa e-card (kartu ucapan elektronik). Untuk
memanfaatkan fasilitas email, sebelumnya harus memiliki sebuah alamat
email, yang lazim disebut email address atau email account. Account
email dapat diperoleh dari sebuah situs penyedia fasilitas email. Hingga
saat ini, fasilitas e-mail banyak disediakan secara gratis oleh
situs-situs internetlokal dan internasional (tidak dibedakan fungsinya).
Statistik menunjukan bahwa untuk e-mail merupakan aplikasi utama
yang sering digunakan oleh pengguna Internet, terutama pengguna veteran
bukan pemula. Tentunya dalam sebuah kantor, sekolah, institusi yang
mempunyai banyak pengguna akan sangat tidak praktis jika setiap orang
harus diberikan komputer & modem untuk mengakses e-mail. Akan lebih
sederhana, jika kita bisa membuatkan sebuah e-mail server yang akan
mengatur e-mail untuk semua orang, mengambilkan semua mail di Internet,
mengirimkan mail ke Internet, maupun mengirimkan e-mail antar pengguna
lokal.
Kamis, 10 November 2011
Senin, 31 Oktober 2011
PPP (Point-To-Point Protocol)
PPP protocol yang merupakan salah satu jenis koneksi WAN
, adalah protocol point-to-point yang pada awalnya di kembangkan
sebagai method encapsulation pada komunikasi point-to-point antara
piranti yang menggunakan protocol suite. PPP protocol menjadi sangat
terkenal dan begitu banyak diterima sebagai metoda encapsulation WAN
khususnya dikarenakan dukungannya terhadap berbagai macam protocol
seperi IP; IPX; AppleTalk dan banyak lagi. Berikut ini adalah fitur
kunci dari PPP protocol ini:
1. PPP protocol beroperasi melalui koneksi interface piranti Data Communication Equipment (DCE) dan piranti Data Terminal Equipment (DTE).
2. PPP protocol dapat beroperasi pada kedua modus synchronous (dial-up) ataupun asynchronous dan ISDN.
3. Tidak ada batas transmission rate
4. Keseimbangan load melalui multi-link
5. LCP dipertukarkan saat link dibangun untuk mengetest jalur dan setuju karenanya.
6. PPP protocol mendukung berbagai macam protocol layer diatasnya seperti IP; IPX; AppleTalk dan sbgnya.
7. PPP protocol mendukung authentication kedua jenis clear text PAP (Password Authentication Protocol) dan enkripsi CHAP (Chalange Handshake Authentication Protocol)
8. NCP meng-encapsulate protocol layer Network dan mengandung suatu field yang mengindikasikan protocol layer atas.
Diagram berikut menunjukkan bagaimana PPP protocol dihubungkan dengan model OSI.
PPP Protocol vs model OSI
Spesifikasi
PPP berakhir pada layer Data link. NCP (Network COntrol Protocol)
mengijinkan PPP protocol mendukung protocol-2 layer bagian atas seperti
IP; IPX; APleTalk dll. Fleksibilitas inilah yang membuat PPP protocol
menjadi begitu popular. NCP bertindak sebagai interface antara Data Link
layer (yg dispesifikasikan oleh PPP Protocol) dengan jaringan. PPP
protocol menggunakan NCP untuk meng-encapsulate paket-2 layer Network.
Paket PPP mengandung Header yang mengindikasikan pemakaian protocol
layer Network.PPP protocol Link Control Protocol (LCP) merupakan sayu set layanan-2 yang melaksanakan setup link dan administrasi meliputi:
1. Testing dan negosiasi Link
2. Kompresi
3. Authentication
4. Deteksi error
Saat sesi dimulai, piranti-2 bertukar paket LCP untuk negosiasi layanan-2 pada yang terdaftar disini. Spesifikasi PPP protocol tidak mengandung standard layer Physical. Akan tetapi PPP protocol dapat berjalan pada bermacam-2 standard physical synchronous dan asynckronous termasuk:
1. Serial asynchronous seperti dial-up
2. ISDN
3. Serial synchronous
4. HIgh Speed Serial Interface (HSSI)
PPP protocol membentuk komunikasi dalam tiga fase:
1. Membuka link dan membentuk sesi dengan saling bertukar LCP
2. Membentuk opsi authentication melalui PAP atau CHAP, CHAP sangat direkomendasikan.
3. Setuju dengan protocol layer diatasnya (IP; IPX; AppleTalk; dll)
Sumber : http://www.sysneta.com/ppp-protocol
Rabu, 05 Oktober 2011
STP (Spanning Tree Protocol)
Spanning Tree Protocol disingkat menjadi STP, Merupakan bagian
dari standard IEEE 802.1 untuk kontrol media akses. Berfungsi sebagai
protocol untuk pengaturan koneksi dengan menggunakan algoritma spanning tree.
Kelebihan STP dapat menyediakan system jalur backup & juga mencegah loop yang tidak diinginkan pada jaringan yang memiliki beberapa jalur menuju ke satu tujuan dari satu host.
Loop terjadi bila ada route/jalur alternative di antara host-host. Untuk menyiapkan jalur back up, STP membuat status jalur back up menjadi stand by atau diblock. STP hanya membolehkan satu jalur yang active (fungsi pencegahan loop) di antara dua host namun menyiapkan jalur back up bila jalur utama terputus.
Bila "cost" STP berubah atau ada jalur yang terputus, algoritma spanning tree mengubah topology spanning tree dan mengaktifkan jalur yang sebelumnya stand by.
Tanpa spanning tree pun sebenarnya memungkinkan koneksi antara dua host melewati beberapa jalur sekaligus namun dapat juga membuat looping yang tidak pernah akan selesai di dalam jaringan anda. Yang pasti akan menghabiskan kapasitas jalur yang ada hanya untuk melewatkan packet data yang sama secara berulang dan berlipat ganda.
Sumber : id.wikipwdia.org
Kelebihan STP dapat menyediakan system jalur backup & juga mencegah loop yang tidak diinginkan pada jaringan yang memiliki beberapa jalur menuju ke satu tujuan dari satu host.
Loop terjadi bila ada route/jalur alternative di antara host-host. Untuk menyiapkan jalur back up, STP membuat status jalur back up menjadi stand by atau diblock. STP hanya membolehkan satu jalur yang active (fungsi pencegahan loop) di antara dua host namun menyiapkan jalur back up bila jalur utama terputus.
Bila "cost" STP berubah atau ada jalur yang terputus, algoritma spanning tree mengubah topology spanning tree dan mengaktifkan jalur yang sebelumnya stand by.
Tanpa spanning tree pun sebenarnya memungkinkan koneksi antara dua host melewati beberapa jalur sekaligus namun dapat juga membuat looping yang tidak pernah akan selesai di dalam jaringan anda. Yang pasti akan menghabiskan kapasitas jalur yang ada hanya untuk melewatkan packet data yang sama secara berulang dan berlipat ganda.
Sumber : id.wikipwdia.org
Langganan:
Komentar (Atom)


